Kamis, 04 Agustus 2016

Telaah jurnal kesehatan "INSOMNIA"



BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Insomnia adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum. Population prevalen ceestimates varybetween 9%  and 57% pada orang tua. Di masa lalu, insomnia kronis hampir selalu dipandang sebagai gejala medis dan gangguan mental. Dalam konseptualisasi ini, masuk akal untuk fokus pada evaluasi dan pengobatan yang mendasari penyebab kesulitan tidur. Konseptualisasi baru insomnia, seperti susah tidur sebagai suatu kondisi penjamin perhatian klinis. Implikasi dari ini baru pandangan yang bahwa dokter tidak harus menunggu sampai mereka memiliki membahas komorbiditas medis dan psikiatris sebelum mereka campur tangan dalam gangguan tidur.
Bukti terbaru dari efek insomnia pada medis dan gangguan mental telah membantu mendirikan timbal balik atau hubungan dua arah antara insomnia dan medis dan gangguan mental. Selanjutnya, pengembangan perawatan nonpharmacological efektif, seperti kognitif pengobatan perilaku untuk insomnia (CBTI), yang menunjukkan efektivitas insomnia dengan dan tanpa berbagai dari komorbiditas telah memberikan dokter dan spesialis tidur satu set yang lebih besar dari pilihan terapi dibandingkan dengan apa yang tersedia di masa lalu. Secara keseluruhan, memahami insomnia yang bukan hanya gejala lainnya gangguan, perawatan non pharmacological adalah sebagai efektif sebagai obat, dan insomnia adalah umum memprediksi bahwa dokter dapat diharapkan untuk lebih mengandalkan spesialis yang mahir mengobati gangguan tidur. Namun, ada ketidaksesuaian antara jumlah pasien dengan insomnia dan mereka yang menerima pengobatan CBTI


BAB II
                                               KASUS

Ny T. Mengalami kesulitan memulai tidur dan hanya tidur kurang lebih tiga jam dalam satu malam, tetapi setiap satu jam sekali selalu terbangun. Kondisi ini mengakibatkan Ny T. Selalu merasa tubuhnya tidak fresh dan berat badannya mengalami penurunan dari 52 kg menjadi 45 kg. Penyebab Ny T. Mengalami insomnia adalah suami Ny T. Menuduh Ny T. Berselingkuh karena hasutan tetangga yang tidak suka pada Ny T. Suami Ny T. Selalu marah-marah pada Ny T. Dan melarang Ny T. Untuk berbincang-bincang dengan tetangga diluar rumah.


BAB III
JURNAL

A.          Latar Belakang
Penelitian ini menguji praktek mengacu untuk terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBTI) oleh dokter di University of Michigan Rumah Sakit dan Weill Cornell Medical College of Cornell University. Sebuah kuesioner lima item yang dikirim melalui email yang inquired about thephysician 'spatientload, number of patients complaining of insomnia, percentreferred for CBTI, and impressions. apa adalah metode yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan insomnia. Kuesioner selesai oleh 239 dokter. Dokter lebih percaya pengobatan selain CBTI dan / atau obat yang paling efektif (N = 83). "Tidur kebersihan" direkomendasikan oleh sepertiga dari sampel. Jumlah terkecil dokter merasa bahwa CBTI sendiri adalah yang paling efektif pengobatan (N = 22). Pendidikan dokter tambahan yang diperlukan.

B.           Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengobatan pendekatan yang digunakan untuk insomnia oleh profesional medis di dua large academic medical centersin the United States.

C.           Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kwantitatif dengan menggunakan kuesioner

D.          Analisis Data
Data kuantitatif dianalisis menggunakan SPSS versi 22 (IBM Software, Armonk, NY). Sebuah uji satu-sampel chi-square adalah dilakukan untuk menilai perbedaan dalam proporsi. Fre- sama quencies diharapkan antara tanggapan terhadap pertanyaan. Kualitatif analisis itative digunakan untuk mengevaluasi respon teks bebas. Ini dilakukan dengan alat Analisis Teks yang disediakan oleh Survey Monkey. Alltermsyielding respon serat esgrea terthan 10% dijelaskan di Hasil. Istilah yang digunakan dalam kurang dari 10% dari tanggapan tercantum hanya jika mereka bisa dipandang sebagai milik "obat" atau "CBTI" jawaban untuk pertanyaan 5 dari survei.

E.           Hasil
Penelitian atau suevei ini menunjukan bahwa sebagian besar dokter (N=83) lebih percaya dan merekomendasikan pengobatan lain yang lebih efektif selain CBTI, sedangkan hanya sebagian kecil dokter yang merekomendasikan penggunaan obat CBTI  (N=22).



BAB IV
IMPLIKASI KEPERAWATAN

Dari hasil pengamatan atau survei diatas, dapat dilakukan implikasi keperawatan yang lain seperti menjaga atau pengatur pola tidur dengan baik, beraktifitas sesuai dengan kemampuan agar tidak terlalu letih, serta dapat dikolaborasikan dengan dengan terapi lainnya yang dianjurkan oleh dokter.


BAB V
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar dokter (N=83) lebih percaya dan merekomendasikan pengobatan lain yang lebih efektif selain CBTI, sedangkan hanya sebagian kecil dokter yang merekomendasikan penggunaan obat CBTI  (N=22).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar