BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Seiring perkembangan zaman dengan
ditunjang oleh perkembangan teknologi di dunia saat turut berperan aktif dalam
tindakan pencegahan maupun pengobatan saat ini. Tidak banyak pula berbagai
kasus kesehatan yang muncul sebagai akibat dari penyalahgunaan teknologi,
bahkan sampai menurunkan kualitas hidup seseorang. Kanker serviks merupakan
salah satu masalah kesehatan yang cukup serius, berbagai jenis penelitinpun
mulai dilakukan untuk mencari cara penyembuhan yang terbaik.
Kanker
serviks merupakan penyakit ginekologik yang memiliki tingkat keganasan yang
cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di
negara-negara berkembang. Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada
leher rahim dan disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV).
Pada penyakit kanker serviks menunjukkan adanya sel-sel abnormal yang terbentuk
oleh sel-sel jaringan yang tumbuh terus menerus dan tidak terbatas pada bagian
leher rahim.
HPV
ini ditularkan melalui hubungan seksual dan infeksinya terjadi pada 75% wanita
yang telah berhubungan seksual. Kanker serviks yang diderita individu berkaitan
dengan perilaku seksual dan reproduksi, seperti berhubungan seksual pada usia
muda, berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual, infeksi beberapa jenis
virus, merokok, serta tingkat kebersihan dan higienis sehari-hari individu yang
rendah terutama kebersihan organ genital. Di Indonesia, terdeteksi setiap jam
wanita Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Menurut data Yayasan
Kanker Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama dengan prosentase 16%
dari jenis kanker yang banyak menyerang perempuan Indonesia. (Yayasan Kanker
Indonesia, 2011).
BAB II
KASUS
Ny. Y. Berusia 30 tahun Datang ke RSUD
Penembahan Senopati Bantul, dengan keluhan nyeri intraservikal disertai dengan
keputihan meyerupai air, berbau, bahkan perdarahan. Dengan TTV : TD : 130/80
MMHg, RR : 12x/Mnt, S : 37C, N : 30x/Mnt.
BAB III
JURNAL
A.
Latar belakang
Kanker
serviks merupakan penyakit ginekologik yang memiliki tingkat keganasan yang
cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di
negara-negara berkembang. Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada
leher rahim dan disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV).
Pada penyakit kanker serviks menunjukkan adanya sel-sel abnormal yang terbentuk
oleh sel-sel jaringan yang tumbuh terus menerus dan tidak terbatas pada bagian
leher rahim.
HPV
ini ditularkan melalui hubungan seksual dan infeksinya terjadi pada 75% wanita
yang telah berhubungan seksual. Kanker serviks yang diderita individu berkaitan
dengan perilaku seksual dan reproduksi, seperti berhubungan seksual pada usia
muda, berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual, infeksi beberapa jenis
virus, merokok, serta tingkat kebersihan dan higienis sehari-hari individu yang
rendah terutama kebersihan organ genital. Di Indonesia, terdeteksi setiap jam
wanita Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Menurut data Yayasan
Kanker Indonesia, kanker serviks menempati urutan pertama dengan prosentase 16%
dari jenis kanker yang banyak menyerang perempuan Indonesia. (Yayasan Kanker
Indonesia, 2011).
B.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kualitas hidup pada penderita kanker serviks yang menjalani
pengobatan radioterapi serta upaya yang dilakukan untuk mencapai kualitas
hidup.
C.
Metode
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu untuk menggambarkan
bagaimana kualitas hidup pada penderita kanker serviks. Dan menggunakan tipe
penelitian studi kasus instrinsik, yaitu penelitian yang dilakukan karena
ketertarikan atau kepedulian pada suatu kasus khusus. Penelitian dilakukan
untuk memahami secara utuh kasus tersebut, tanpa harus dimaksudkan untuk
menghasilkan konsep-konsep atau teori ataupun tanpa upaya menggeneralisasi.
(Poerwandari, 2007).
D.
Hasil
Hasil
Penlitian menunjukan bahwa Penderita memiliki kualitas hidup yang baik dimana
penderita tetap dapat menikmati dan menjalani kesehariannya dengan baik. Salah
satu penderita menilai kehidupannya secara lebih baik. Meski masih mengalami
nyeri dan mudah lelah secara fisik, namun secara psikologis penderita memiliki
motivasi tinggi dan tidak terpuruk dalam kesedihan. Secara relasi sosial,
dukungan dan motivasi yang diberikan oleh orang-orang terdekat penderita
memberikan kontribusi yang besar bagi penderita.
BAB IV
IMPLIKASI KEPERAWATAN
Implikasi
yang dapat diberikan terhadap klien dengan kasus kanker serviks adalah selain
dengan radioterapi maupun kemoterapi adalah dengan dukungan yang baik dari
keluarga, dan kerabat serta modifikasi lingkungan yang nyaman sehingga proses
kesembuhan klien lebih cepat, klien mau menerima keadaan atau kondisinya dan
mensyukurinya. Dengan demikian kualitas hidupnya pun semakin meningkat.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hasil Penlitian menunjukan bahwa
Penderita memiliki kualitas hidup yang baik dimana penderita tetap dapat
menikmati dan menjalani kesehariannya dengan baik. Salah satu penderita menilai
kehidupannya secara lebih baik. Meski masih mengalami nyeri dan mudah lelah
secara fisik, namun secara psikologis penderita memiliki motivasi tinggi dan
tidak terpuruk dalam kesedihan. Secara relasi sosial, dukungan dan motivasi
yang diberikan oleh orang-orang terdekat penderita memberikan kontribusi yang
besar bagi penderita.
Meski secara fisik penderita mengalami
penurunan namun secara psikologis subjek menunjukkan bahwa dirinya tidak
semakin terpuruk dalam kesedihan dan mampu menumbuhkan perasaan positif dalam
dirinya. Secara relasi sosialnya, subjek mengungkapkan bahwa dukungan sosial
yang besar dari keluarga memberikan kontribusi penting. Upaya yang dilakukan
dalam pencapaian kualitas hidup yakni berpikir positif dan lebih mendekatkan
diri pada Tuhan dengan memperbanyak ibadah dan doa, serta menjalani prosedur
pengobatan dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar