Selasa, 18 Desember 2018

LAPORAN PENDAHULUAN DENGUE HEMORGIK FEVER (DHF)


LAPORAN PENDAHULUAN
DENGUE HEMORGIK FEVER (DHF)


I.          KONSEP PENYAKIT
A.    DEFINISI
Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit  yang disebabkan oleh virus Dengue (arbo virus) yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aides aegypti. Demam Berdarah Dengue adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue terutama menyerang anak-anak dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak, disertai manifestasi perdarahan dan berpotensi menimbulkan renjatan/syok dan kematian (Aplikasi NANDA NIC NOC jilid 1, 2013).
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang terdapat pada anak-anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama. Demam dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan virus dengue yang disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi dengan virus dengue tersebut. (Riyadi Sujono dan suharsono .  2010 )
Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (arbovirus) yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aedypti. (Suriadi dan Rita Yuliani, edisi 2, 2010)

B.     ETIOLOGI
Virus dengue sejenis arbo virus (Arthropod borne viruses ) artinya virus yang ditularkan melalui gigitan antropoda misal nyamuk aedes aegypti ( betina ). Infeksi yang pertama kali dapat memberi gejala sebagai dengue fever dengan gejala utama demam,nyeri otot/sendi.
Virus dengue termasuk genus Flavirus, keluarga flaviridae.Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2,DEN -3,DEN-4. Keempatnya ditemukan diindonesia dengan DEN-3 serotype terbanyak . Infeksi salah satu serotype akan menimbulkan antibody terhadap serotype yang bersangkutan, sedangkan tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap serotype lain tersebut . Seorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat terinfeksi oleh 3 atau 4 serotype selama hidupnya. Keempat serotype virus dengue dapat ditemukan diberbagai daerah di Indonesia ( sujono, 2010 )

C.    MANIFESTASI KLINIS
1.      Demam tinggi selama 5-7 hari
2.      Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit; ptechie, ekhimosis, hematoma
3.      Epistaksis, hematemesis, melena, hematuria
4.      Trombositopenia <100.000/ul
5.      Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, konstipasi
6.      Nyeri otot,tulang sendi,abdomen dan ulu hati
7.      Sakit kepala
8.      Pembengkakan sekitar mata
9.      Pembesaran hati,limpa,dan kelenjar getah bening
10.  Tanda – tanda renjatan ( sianosis,kulit lembab dan dingin ,tekanan darah menurun,gelisah, capillary refill lebih dari dua detik.
D.    KOMPLIKASI
1.      Perdarahan luas
2.      Syok (rejatan)
3.      Pleural Effusion
4.      Penurunan kesadaran
E.     PATOFISIOLOGI
Virus dengue akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aides aegipty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus antibody, dalam sirkulasi akan mengaktivasi system complement. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a, 2 peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai faktor meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.
Terjadinya trombositopeni, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protrombin, faktor V, VII, IX, X, dan fibrinogen) merupakan faktor penyebab terjadinya perdarahan hebat, terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.
Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah, menurunnya volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia, dan diathesis hemoragik. Rennjatan terjadi secara akut.
Nilai hematokrit meningkat bersama dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hypovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoksia jaringan, asidosis metabolic, kematian.
Klasifikasi Demam Berdarah Dengue
1.      Derajat  I:
a.       demam disertai dengan gejala klinis lain atau perdarahan spontan,
b.      uji tourniquet positif, trombositopenia, dan hemokonsentrasi.
2.      Derajat II:
derajat 1 disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain seperti epistaksis, hematomesis, melena ( muntah darah ), perdarahan gusi .
3.      Derajat III:
Kegagalan sirkulasi: nadi cepat dan lemah (<120x/menit ), hipotensi, kulit dingin lembab, gelisah, gejala - gejala kegagalan perdarahan otak .
4.      Derajat IV:
Renjatan berat, denyut nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak teratur,  akral dingin, berkeringat, kulit tampak biru.
Pathway
(Sumber : Suriadi, dkk. 2010)










F.     PENATALAKSANAAN
1.      Medis
a.       Berikan parasetamol bila demam. Jangan berikan asetosal atau ibuprofen karena obat-obatan ini dapat merangsang terjadinya perdarahan.
b.       Berikan infus sesuai dengan dehidrasi sedang:
1)       Berikan hanya larutan isotonik seperti Ringer laktat/asetat
2)       Kebutuhan cairan parenteral
      • Berat badan < 15 kg : 7 ml/kgBB/jam
      • Berat badan 15-40 kg : 5 ml/kgBB/jam
      • Berat badan > 40 kg : 3 ml/kgBB/jam
3)       Pantau tanda vital dan diuresis setiap jam, serta periksa laboratorium (hematokrit, trombosit, leukosit dan hemoglobin) tiap 6 jam
4)       Apabila terjadi penurunan hematokrit dan klinis membaik, turunkan jumlah cairan secara bertahap sampai keadaan stabil. Cairan intravena biasanya hanya memerlukan waktu 24–48 jam sejak kebocoran pembuluh kapiler spontan setelah pemberian cairan.
c.        Apabila terjadi perburukan klinis berikan tatalaksana sesuai dengan tata laksana syok terkompensasi (compensated shock)
2.      Keperawatan
a.       Penatalaksanaan Terapeutik
1)      Minum banyak 1,5-2 liter/24 jam dengan air teh ,gula, atau susu  dan diberi makanan lunak
2)      Antipireutik jika terdapat demam
3)      Antikonvulsan jika terdapat  kejang
4)      Memberikan cairan melalui infuse, dilakukan jika pasien mengalami kesulitan minum dan nilai hematokrit cenderung meningkat .
5)      Tirah baring
b.      Pada pasien dengan tanda renjatan dilakukan :
1)      Pemasangan infuse RL/Asering dan dipertahankan selama 12-48 jam setelah renjatan diatasi
2)      Observasi keadaan umum (Tanda – tanda Vital ) tiap 3 jam jika kondisi pasien memburuk, observasi ketat tiap jam.
II.       ASUHAN KEPERAWATAN
A.      PENGKAJIAN
-          Kaji riwayat keperawatan
-          Kaji adanya peningkatan suhu tubuh, tanda – tanda perdarahan, mual muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda – tanda renjatan ( denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab terutama pada ekstremitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran) , secara bertahap meningkatkan kemandirian anak dalam memenuhi kebutuhan dasarnya .

B.       DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler , perdarahan, muntah, dan demam
2.      Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,muntah, tidak ada nafsu makan .
3.      Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi virus .
4.      Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan .
5.      Resiko syok ( hipovolemik ) berhubungan dengan perdarahan yang berlebihan, pindahnya cairan intravaskuler ke ekstravaskuler




C.      RENCANA KEPERAWATAN


No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
1
Defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler , perdarahan, muntah, dan demam

NOC :
-     Fluid balance
-     Hydration
-     Nutritional Status : Food and fluid Intake
Kriteria Hasil :
-     Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB,BJ urine normal,HT normal
-     Tekanan darah,nadi dan suhu tubuh dalam batas normal
-     Tidak ada tanda dehidrasi,Elastisitas turgor kulit baik, membrane mukosa lembab,tidak ada rasa haus berlebihan .

NIC :
-     Fluid management
-     Timbang popok/pembalut jika diperlukan
-     Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
-     Monitor status  hidrasi (kelembaban membrane mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik) ; jika diperlukan
-     Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN, Hmt, osmolalitas urine)
-     Monitor vital sign
-     Monitor masukan makanan atau cairan dan hitung intake kalori harian .
-     Kolaborasi pemberian cairan IV
-     Monitor status nutrisi
-     Berikan cairan
-     Berikan Diuretik sesuai interuksi
-     Berikan cairan IV pada suhu ruangan
-     Dorong masukan oral
-     Berikan penggantian nasogatrik sesuai output
-     Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
-     Tawarkan snack ( jus buah , buah segar )
-     Kolaborasikan dokter jika tanda cairan berlebih muncul memburuk
-     Atur kemungkinan transfuse
-     Persiapan untuk transfusi




2
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,muntah, tidak ada nafsu makan .

NOC :
-     Nutrisional status : Food and Fluid Intake
-     Nutrisional status : nutrient intake
-     Weight control
Kriteria Hasil :
-     Adanya peningkatan berat badan sesuai tujuan
-     Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
-     Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
-     Tidak ada tanda tanda malnutrisi
-     Menunjukkan peningkatan fungsi pengecapan dari menelan
-     tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti
NIC :
-     Kaji adanya alergi makanan
-     Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
-     Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
-     Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
-     Berikan subsasi gula
-     Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
-     Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsltasikan dengan ahli gizi )
-     Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
-     Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
-     Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
-     Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan .
Nutrition Monitoring
-     BB pasien dalam batas normal
-     Monitoring adanya penurunan berat badan
-     Monitoring tipe dan jumlah aktivitas yang biasa dilakukan
-     Monitoring interaksi anak dan orangtua selama makan
-     Monitor lingkungan selama makan
-     Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan
-     Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
-     Monitor turgor kulit
-     Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah
-     Monitor mual dan muntah
-     Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan kadar Ht
-     Monitor makanan kesukaan
-     Monitor pertumbuhan dan perkembangan
-     Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva
-     Monitor kalori dan intake nutrisi
-     Catat adanya edema,hiperemik,hipertonik,papilla lidah dan cavitas oral
-     Catat jika lidah berwarna magenta ,scarlet
3
Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi virus
NOC :
-     Thermoregulasi
Kriteria Hasil :
-     Suhu tubuh dalam rentang normal
-     Nadi dan RR dalam rentang normal
-     Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing

-     NIC :
-     Fever Treatment
-     Monitor suhu sesering mungkin
-     Monitor IWL
-     Monitor warna dan suhu kulit
-     Monitor tekanan darah, Nadi dan RR
-     Monitor penurunan tingkat kesadaran
-     Monitor  WBC, Hb dan Hct
-     Monitor intake dan output
-     Berikan antipireutik
-     Berikan pengobatan untuk mengatasi penyebab demam
-     Selimuti pasien
-     Lakukan Tapid sponge
-     Kolaborasi pemberian cairan intravena
-     Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
-     Tingkatkan sirkulasi udara
-     Berikan pengobatan untuk mencegah terjadinya menggigil
-     Temperatur regulation
-     Monitor suhu tiap 2 jam
-     Rencanakan monitoring suhu secara kontinyu
-     Monitor TD,nadi dan RR
-     Monitor warna dan suhu kulit
-     Monitor tanda hipotermi dan hipertermi
-     Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
-     Selimuti pasien untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh
-     Ajarkan pada pasien cara mencegah keletihan akibat panas
-     Diskusikan tentang pentingnya pengaturan suhu dan kemungkinan efek negative dari kedinginan
-     Beritahukan tentang indikasi terjadinya keletihan dan penanganan emergency yang diperlukan
-     Berikan Antipireutik jika perlu
Vital sign Monitoring
-     Monitor tekanan darah,nadi , suhu dan respirasi
-     Catat adanya fluktuasi tekanan darah
-     Monitor VS saat pasien berbaring,duduk atau berdiri
-     Auskultasi tekanan darah pada kedua lengan dan bandingkan
-     Monitor tekanan darah,nadi,respirasi sebelum,selama,dan setelah aktivitas .
-     Monitor kualitas dari nadi
-     Monitor frekuensi dan irama pernafasan
-     Monitor suara paru
-     Monitor pola pernafasan abnormal
-     Monitor suhu, warna dan kelembaban kulit
-     Monitor sianosis perifer
-     Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
-     Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign
4
Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan .

NOC :
v  Circulation status
-     Tissue perfusion : cerebral
Kriteria Hasil :
-     Mendemonstrasikan status sirkulasi yang ditandai dengan :
-     Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan
-     Tidak adata ortostatik hipertensi
-     Tidak ada tandai – tanda peningkatan tekanan intracranial ( tidak lebih dari 15 mmHg )
-     Mendemonstrasikan kemampuan kognitif yang ditandai dengan :
-     Berkomunikasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan
-     Menunjukkan perhatian,konsentrasi, dan orientasi
-     Memproses informasi
-     Membuat keputusan dengan benar
-     Menunjukkan fungsi sensori motori cranial yang utuh : tingkat kesadaran membaik, tidak ada gerakan-gerakan involunter.



NIC :
-     Perihal Sensation Management (Management sensasi perifer)
-     Monitor daerah tertentu yang hanya peka terhadap panas/dingin/tajam/tumpul
-     Monitor adanya paretes
-     Intruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit jika ada isi atau laserasi
-     Gunakan sarung tangan untuk proteksi
-     Batasi gerakan pada kepala,leher dan punggung
-     Monitor kemampuan BAB
-     Kolaborasi pemberian analgetik
-     Monitor adanya tromboplebitis
-     Diskusikan mengenai penyebab perubahan sensasi
5
Resiko syok ( hipovolemik ) berhubungan dengan perdarahan yang berlebihan, pindahnya cairan intravaskuler ke ekstravaskuler

NOC
-     Syok prevention
-     Syok management
Kriteria Hasil :
-     Nadi dalam batas yang diharapkan
-     Irama jantung dalam batas yang diharapkan
-     Frekuensi nafas dalam batas yang diharapkan
-     Natrium serum dbn
-     Kalium serum dbn
-     Klorida serum dbn
-     Kalsium serum dbn Magenesium serum dbn
-     PH darah serum dbn
-     Hidrasi
-     Indikator
-     Mata cekung tidak ditemukan
-     Demam tidak ditemukan
-     TD dbn
-     Hematokrit dbn
NIC :
-     Syok prevention
-     Monitor status sirkulasi BP, warna kulit, suhu kulit, denyut jantung, HR, dan ritme, nadi perifer, dan kapiler refill
-     Monitor tanda inadekuat oksigenasi jaringan
-     Monitor suhu dan pernafasan
-     Monitor input dan output
-     Pantau nilai laboratorium : HB,HT,AGD dan elektrolit
-     Monitor hemodinamik invasi yang sesuai
-     Monitor tanda dan gejala asites
-     Monitor tanda awal syok
-     Tempatkan pasien pada posisi supine,kaki elevasi untuk peningkatan preload dengan tepat
-     Lihat dan pelihara kepatenan jalan nafas
-     Berikan cairan iv dan atau oral yang tepat
-     Berikan vasodilator yang tepat
-     Ajarkan keluarga dan pasien tentang tanda dan gejala datangnya syok
-     Ajarkan keluarga dan pasien tentang langkah untuk mengatasi gejala syok
-     Syok management
-     Monitor fungsi neurologis
-     Monitor fungsi renal ( e.g. BUN dan Cr lavel )
-     Monitor tekanan nadi
-     Monitor status cairan,input output
-     Catat gas darah arteri dan oksigen dijaringan
-     Memonitor gejala gagal pernafasan (misalnya,rendah PaO2 peningkatan PaO2 tingkat,kelelahan otot pernafasan)



D.      EVALUASI
Evaluasi merupakan tahap dimana tahap proses keperawatan menyangkut pengumpulan data obyektif dan subjektif yang dapat menunjukkan masalah apa yang terselesaikan, apa yang perlu dikaji dan direncanakan, dilaksanakan dan dinilai apakah tujuan keperawatan telah tercapai atau belum, sebagian tercapai atau timbul masalah baru.

Evaluasi pada pasien DHF sesuai berikut :
1.      Suhu tubuh pasien normal ( 36 - 37c ) pasien bebas dari demam .
2.      Pasien akan mengungkapkan rasa nyeri berkurang .
3.      Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi, pasien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang diberikan .
4.      Keseimbangan cairan akan tetap terjaga dan kebutuhan cairan pada pasien terpenuhi .

DAFTAR PUSTAKA

Nurarif Huda Amin dan Kusuma Hardhi, 2013. aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan NANDA NIC-NOC Edisi Revisi jilid 1. Media Action publishing : yogyakarta .
Hidayat, Aziz Alimul A. 2006. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak jilid 2. Salemba Medika : Jakarta
Nasrul, Effendi. 2005. Pengantar Proses Keperawatan. EGC : Jakarta
Noer, Sjaifoellah dkk. 2008. Standar Perawatan Pasien. Monica Ester : Jakarta.
Riyadi, Sujono dan suharsono . 2010. Asuhan Keperawatan Pada Anak Sakit . Yogyakarta : Gosyen publishing .
Suriadi, yuliani . 2010 . Asuhan Keperawatan Pada Anak . Jakarta : CV sagung seto 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar